Halo Depok, Selamat Pagi!

Bulan lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi sebuah universitas yang berlokasi di bagian utara Depok, Jawa Barat. Beberapa hari tinggal di Depok membuat saya mengenal hal-hal baru. Mulai dari lokasi baru, tempat makan baru, teman baru, dan pemandangan yang berbeda setiap saya memulai pagi. Kalau biasanya di Solo saya bisa ke kampus pakai sepeda motor, di Depok, saya harus jalan kaki atau naik angkutan kota. Kalau sedang beruntung saya ke kampus pakai bis kuning (semacam bus kampus, biasa disebut bikun), tanpa harus mengeluarkan uang untuk ongkos transport.

 penampakan danau diambil dari area Perpustakaan Pusat


Tapi, saya lebih sering jalan kaki. Dari gang Lengkeng, saya menyeberang, masuk gang lagi, dan jalan terus sampai melewati Stasiun Pondok Cina, setelah itu terlihatlah gedung universitas ternama itu. Perjalanan belum berakhir, saya harus berjalan lagi menuju Perpustakaan Pusat. Menurut saya, ini adalah bagian yang paling menyenangkan, walaupun saya harus berjalan sekian jauhnya. Karena untuk menuju Perpusat, saya harus melewati danau. Danau itu dikelilingi oleh gedung-gedung, tapi tetap nyaman untuk dipandang. Apalagi ditambah dengan udara pagi Depok, plus bau tanah yang masih semerbak lantaran hujan semalam.

Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini. Ilmu dan teman merupakan dua hal yang menurut saya sangat-sangat berharga, nggak bisa dibeli! Di sini saya mengikuti beberapa seminar yang temanya tidak jauh-jauh dari ranah Ilmu Komunikasi. Selain itu saya juga mendapatkan teman-teman baru, dari universitas dan daerah yang berbeda tentunya.

seminar news anchor bersama Gustav Aulia, news anchor RCTI

foto bersama Gustav Aulia setelah seminar

foto bersama 10 finalis Journalight Feature News, Pekan Komunikasi UI 2013

Selain itu, saya juga berkesempatan untuk mengunjungi salah satu daerah yang menjadi ‘langganan’ banjir Jakarta. Kampung Melayu, siapa yang tidak tahu? Nama daerah ini sudah sampai ke mana-mana, saking seringnya menjadi korban banjir dan saking seringnya di-expose oleh media.

Saya senang mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Meliput ‘kampung banjir’, wawancara langsung dengan warga, bercengkerama dengan anak-anak Kampung Pulo, dan bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi Sungai Ciliwung, yang selama ini hanya dapat saya lihat melalui televisi atau media cetak saja.

foto bersama anak-anak Kampung Pulo, they are so funny!

Dari situ saya mengetahui, bahwa Sungai Ciliwung akan diperlebar untuk mengurangi dampak banjir. Dan dari situ pula saya mengetahui, bahwa untuk memperlebar sungai, harus menggusur rumah-rumah yang ada di bantaran sungai. Serta, dari situ lagi saya mengetahui, bahwa warga Kampung Pulo menerima dan setuju atas wacana pelebaran sungai dan penggusuran rumah ini.

Berharga! Entah sudah berapa kali saya mengucapkan kata itu. Karena kesempatan ini memang sangat-sangat berharga sekali! Saya tidak akan pernah lupa, akan selalu saya ingat. Kesempatan ini menjadi pelajaran bagi saya.

Comments

Popular Posts