Suatu Pagi di Puncak Andong

Gunung Andong? Ada ya? Di mana letaknya? Dan beberapa pertanyaan serupa muncul saat saya berencana mendaki gunung Andong. Kebanyakan orang memang jarang mendengar gunung yang satu ini. Gunung Andong terletak di kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tepatnya di antara kecamatan Ngablak dan kecamatan Grabag.

Cuaca yang lagi nggak bersahabat, kabut dimana-mana

Saat itu saya dan keempat teman berencana mendaki gunung Andong pada dini hari. Kenapa? Karena pengen dapet sunrise, hehehe. Pukul 10 malam kami tiba di Grabag, istirahat sebentar di rumah teman yang kebetulan akan ikut mendaki. Pukul 3 pagi, kami sudah siap dengan segala perlengkapan. Perjalanan dari rumah teman menuju Dusun Sawit (point awal pendakian) sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor, dengan tanjakan sepanjang perjalanan.

Setelah tiba di point awal pendakian, kami memulai perjalanan. Pendakian ke puncak Andong memakan waktu 2 jam (buat yang udah biasa naik gunung). Karena saya baru pertama kali naik gunung, makanya perjalanan menempuh waktu 3 jam. Iya sih, banyak berhenti di tengah jalan. Tapi bener loh, sesak napas gitu. Jadi harus berhenti sebentar buat ambil napas. Tips nih, buat yang baru pertama kali naik gunung, jangan dipaksain jalan terus. Kalo emang nggak kuat, bilang ke rombongan, jadi biar berhenti istirahat bareng-bareng gitu :)

Terus nih ya, kalo emang lagi sakit, jangan dipaksain buat muncak ya. Salah satu temen dari rombongan saya, tiba-tiba maag-nya kumat setelah 30 menit jalan. Mau nggak mau, kami turun ke kaki gunung buat nganterin si-temen-yang-sakit ke base camp. Setelah itu, kami harus naik lagi dengan jalan yang cukup licin. Ah ya, fyi nih, gunung Andong emang nggak terlalu tinggi, cuma 1726 mdpl, tapiiiii... tapi jalannya nanjak teroooosss. Dari gerbang pendakian sampe ke puncak, nggak ada habisnya! Tapi pemandangannya subhanallah banget, walaupun ketutup kabut. Kaya gini nih...

Pemandangan sepanjang perjalanan ke puncak. Subhanallah, jadi ilang capeknya :))
Sebelum sampe di puncak, kita sempet berhenti. Mau istirahat banget! Tadinya udah kebayang gitu pemandangan sunrise di puncak. Tapi karena kita banyak berhenti dan bolak-balik naik turun, kita kehilangan sunrise. Selain juga karena faktor cuaca, karena kita ke sana November, pas cuaca lagi nggak bersahabat. Tapi walau gimanapun kita tetep kudu narsis ya...

Tim Hore pendakian Andong dari temen-temen Alumni SMADA. Semoga next time bisa dengan 'formasi lengkap' ya gaes :))

Akhirnya setelah 3 jam perjalanan, kami sampe di puncak. Akhirnyaaaaa :))


Sampe di puncak langsung pasang matras, nyalain kompor, dan yaaakk kita masaaakk! Masak air tepatnya. Karena memang kita nggak berniat buat nginep di puncak, makanya kita nggak bawa tenda. Jadi cuma bawa perlengkapan seadanya, yang ada-ada aja banyaknya :D

Alhamdulillaaaah, finally keturutan juga naik gunungnya. Jujur ya, saya pengen naik gunung sejak tahun lalu, tapi baru keturutan tahun ini. Walaupun cuaca nggak bersahabat, kabut, dan nggak dapet sunrise, tapi saya tetep bersyukur atas kesempatan ini. Semoga ada kesempatan di lain waktu untuk mendaki gunung Andong lagi, dan gunung-gunung lainnya. Karena dengan naik gunung, saya sadar betapa kecilnya saya ini. Karena kita banyak belajar dari alam. That’s why we have to be grateful.


Info nih, jangan lupa bawa trash bag atau kantong plastik yang besar buat tempat sampah ya! Jangan ninggalin sampah di puncak atau sepanjang perjalanan. Bawa turun sampahnya, ntar bisa dituker sama sticker. Penukaran bisa dilakukan di base camp pendakian gunung Andong di Dusun Sawit.

Comments

  1. Wah keren-keren ^^ sudah lama nih aku juga gak pernah lagi naik gunung.

    ReplyDelete
  2. Bener nih Andong itu gak terlalu tinggi, tapi suer, bikin engap. hah hah hah..
    Eh kak ajak2 donk kalo mendaki.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi mas, engap parah. Jadi sering berhenti di tengah jalan ya, hahaha.

      Kuwalik mas, kuwaliiiikk. Harusnya aku yang bilang gitu. Situ kan udah expert, kalo aku mah apa atuh, wkwkwk

      Delete

Post a Comment