Cerita Dari Timor
Banyak
pertanyaan yang muncul ketika saya memutuskan untuk KKN di luar Pulau Jawa,
terutama kedua orang tua yang awalnya amat sangat tidak setuju dengan rencana
ini. Orang tua saya bukan tipe orang tua yang dengan mudah melepas anaknya
untuk pergi ke tempat yang jauh, apalagi untuk waktu yang tidak sebentar. Tapi
dengan tekad dan semangat yang kuat untuk merengek dan memohon, finally I got it! Akhirnya saya
mengantongi ijin dari orang tua untuk KKN di luar Pulau Jawa.
Jadi sebenernya kamu KKN di mana, Sin? Jadi
saya KKN di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo
Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kalau ditanya kenapa KKN di NTT,
jawabannya adalah karena saya pengen mencoba suatu hal yang baru, yang berbeda
dari biasanya, berbeda dari yang lain. Saya nggak mau selama hidup saya cuma stuck di ruang nyaman. Kalau ada
kesempatan, why not?
| Foto bareng di Bandara El Tari, Kupang |
Akhirnya tergabunglah saya dengan Tim KKN NTT yang beranggotakan 37 orang. Banyak banget, Sin? Yap, lebih banyak (banget) dibandingkan dengan Tim KKN Luar Pulau lainnya. Kami berasal dari berbagai macam jurusan dan fakultas, di antaranya Agroteknologi (Fakultas Pertanian), Teknik Industri (Fakultas Teknik), Manajemen (Fakultas Ekonomi), Ekonomi Pembangunan (Fakultas Ekonomi), Akuntansi (Fakultas Ekonomi), Ilmu Komunikasi (FISIP), Psikologi (Fakultas Kedokteran), Desain Tekstil (Fakultas Seni Rupa), dan Pendidikan Matematika (FKIP).
Perlu banyak persiapan untuk KKN di tempat nan jauh dari tempat asal ini. Persiapan fisik, mental, pun persiapan ‘kekompakan’ kelompok yang tentu saja nanti akan diuji ketika hidup di lokasi KKN. Ada banyak hal yang telah kami lakukan bersama-sama, bahkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan KKN. Mulai dari rapat koordinasi, cari sponsor, sampai jualan bareng di Car Free Day demi mendapatkan uang tambahan buat KKN. Alhamdulillah, usaha kami membuahkan hasil. Sponsor dan dana usaha akhirnya bisa memenuhi kebutuhan kami untuk tinggal di sana selama 45 hari.
Sebenarnya banyak hal yang bisa kita dapatkan selama KKN, terlebih untuk KKN di Desa Fatukoto, dimana akses menuju lokasi bisa dibilang sulit. Betapa tidak? Kami harus melewati jalan terjal berbatu menggunakan truk! Bahkan di sana tidak ada listrik. Dua minggu pertama, kami benar-benar hidup tanpa listrik. Untuk mengisi daya handphone atau senter, kami harus turun ke desa sebelah, yang jaraknya pun tak dekat. Minggu-minggu selanjutnya kami mendapat pinjaman genset dari balai desa. Genset pun hanya nyala malam hari selama beberapa jam saja.
Tapi itu semua tidak membuat kami patah semangat, malah membuat kami semakin bersatu dalam sebuah keluarga yang disebut Tim KKN NTT. It was so amazing!
*video versi lengkap bisa dilihat dengan klik link ini.


Wooootsaaaaah!!!
ReplyDeleteAku kagum.. Kamu keren Sin,,, :D
wahahaha kamu juga keren mas, udah muncak sampe kerinci
ReplyDeleteAiiiih saya itu cerita bohong...
ReplyDeletePokok pengen juga saya punya cerita dari Timor.. hahhaa
gak mungkin bohong, ada fotonya kok hahaha
DeleteHuwaa keren sekali ^^ pemandangan di sana pasti luar biasa ^^
ReplyDeleteluar biasa banget, mbak! kayak di negeri dongeng, kayak di film-film fantasi gitu pemandangannya mbak hihihi
Delete