Akhirnya, Berlabuh di Karimunjawa!
Karimunjawa dan
seisinya saat ini mungkin sedang menjadi buah bibir di kalangan turis lokal
maupun mancanegara. Belum lagi dengan keindahan bawah lautnya yang menawan. Tak
heran jika Karimunjawa semakin menjadi primadona. Bagi
manusia-belum-berpenghasilan seperti saya, Karimunjawa menjadi salah satu
alternatif yang sedikit lebih ringan di saku. Jika ingin melihat berbagai spesies
ikan dan terumbu karang, tak perlu jauh-jauh ke Bunaken maupun Wakatobi, yang
pastinya akan merogoh kocek yang cukup dalam. Tapi kalau ada rejeki, saya pun
tidak akan menolak dua destinasi tersebut hehehe.
Mengunjungi
Karimunjawa sudah menjadi keinginan saya sejak lama. Tahun lalu, saya dan
beberapa teman berencana mengunjungi Karimunjawa. Sudah sampai di Pelabuhan
Pantai Kartini, kapal fery satu-satunya yang akan membawa kami ke Karimunjawa
tidak berangkat karena cuaca yang buruk dan tidak memungkinkan untuk dilakukan
penyeberangan. Pun begitu dengan kapal cepat yang tidak dapat melaut karena
cuaca buruk. Kecewa? Tentu saja! Tapi bagaimana bisa kita menyalahkan cuaca?
Pepatah "kalau jodoh tak akan kemana" benar-benar ada di pihak kami. Maret 2016 lalu, kami kembali ke Jepara. Sialnya kapal fery sedang tidak dapat digunakan karena dalam proses docking atau perbaikan. Menurut info yang saya dapatkan, proses perbaikan memakan waktu satu bulan lamanya. Mau tak mau kami harus menggunakan kapal cepat yang biayanya dua kali lipat lebih mahal daripada kapal fery.
Setelah makan siang di warung makan dekat pelabuhan, akhirnya kami menentukan Pantai Tanjung Gelam sebagai lokasi menginap.Dari Pelabuhan Karimunjawa diperlukan waktu sekitar 25 menit menuju Pantai Tanjung Gelam, yang terletak di bagian barat Pulau Karimunjawa. Meskipun bibir pantai jauh dari lokasi parkir, namun pantai ini cukup ramai dikunjungi wisatawan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, pantai ini cukup sering digunakan untuk mendirikan tenda oleh wisatawan.
Pagi Pertama di Karimunjawa
Hari pertama di
Karimunjawa kami gunakan untuk mengelilingi Pulau Karimunjawa menggunakan
sepeda motor yang kami sewa dengan harga 75 ribu rupiah per hari. Destinasi pertama yang kami singgahi adalah Bukit
Love. Dari atas bukit ini kami dapat menyaksikan keindahan Karimunjawa 180
derajat! Bukit yang dikelola oleh Pemerintah Desa Karimunjawa ini mengarah ke
laut lepas dengan panorama ribuan pohon kelapa.
![]() |
| Pemandangan laut lepas dari atas Bukit Love |
Meskipun dikenal
dengan pesona baharinya yang menawan, Karimunjawa juga memiliki hutan mangrove
yang menarik untuk dikunjungi. Kami pun tak mau ketinggalan untuk melakukan
treking mengelilingi hutan mangrove. Sepanjang dua kilometer, kami menikmati rimbunnya
mangrove dengan melewati jalur treking yang terbuat dari papan kayu. Tak hanya
itu, di hutan mangrove yang menjadi bagian dari Desa Kemujan ini terdapat
sebuah menara pandang yang menyajikan lanskap Pulau Karimunjawa.
![]() |
| View hutan mangrove dari atas menara pandang |
Sore hari
sebelum matahari tenggelam, kami sudah kembali ke Pantai Tanjung Gelam, tempat
semalam kami menginap. Kami sepakat akan menginap di Pantai Batu Topeng, yang
letaknya tak jauh dari Pantai Tanjung Gelam. Sesegera mungkin kami berjalan menuju Pantai Batu Topeng sebelum matahari benar-benar tenggelam, karena pantai ini merupakan salah satu sunset
view terbaik di Karimunjawa.
Sambil
mendirikan tenda, kami sesekali menatap ke langit barat yang sedang merekah.
Tanpa disadari perlahan matahari kembali ke peraduannya, yang seakan-akan menyatu
dengan laut Karimunjawa yang tampak dijatuhi sinar keemasan. Tak terasa hari
semakin gelap, kami pun mulai menyiapkan menu makan malam dengan bahan seadanya
yang kami bawa dari rumah.
Cerita selanjutnya:
Island Hopping Tak Terlupakan
Makan Lontong di Karimunjawa
Cerita selanjutnya:
Island Hopping Tak Terlupakan
Makan Lontong di Karimunjawa
HOW TO GET
KARIMUNJAWA?
1. Menuju ke Jepara:
dari Solo/Jogja bisa ke Semarang terlebih dahulu, turun di terminal Semarang
kemudian naik bus kecil tujuan Jepara. Bus tujuan Jepara hanya sampai maksimal
jam 5 sore, jadi usahakan sampai di Semarang kurang dari jam 5. Atau bisa juga
menumpang travel yang pastinya dengan biaya yang lebih mahal.
2. Sampai di Jepara
turun di persimpangan sebelum terminal (kalau sudah gelap biasanya bus tidak
sampai terminal). Dari persimpangan bisa naik taksi/becak menuju Pelabuhan
Pantai Kartini. Tetapi jika turun di terminal, bisa jalan kaki menuju pelabuhan
sekitar 15 menit.
3. Pagi-pagi segera
antri tiket kapal. Jika menggunakan kapal express bisa booking jauh-jauh hari sebelum berangkat, hubungi (0291) 592999.
4. Setelah sampai
di Pelabuhan Karimunjawa sebaiknya segera cari homestay, supaya bisa meletakkan
barang-barang bawaan. Nggak perlu khawatir karena di Karimunjawa sangat banyak homestay
dengan harga yang bervariasi. Kebanyakan homestay berlokasi strategis di dekat
Alun-Alun Karimunjawa.
5. Selain menginap
di homestay, teman-teman juga bisa beach
camp di pantai. Ada banyak pilihan pantai yang dapat digunakan untuk beach camp. Kami memilih Pantai Batu
Topeng dan Pantai Tanjung Gelam yang letaknya bersebelahan.
6. Hanya ada ATM
BRI di Karimunjawa, sebaiknya bawa uang yang cukup jika tidak memiliki rekening
BRI.
7. Menyewa kapal
untuk tour laut cukup mahal. Oleh karena itu lebih baik beramai-ramai, karena
kapal dapat memuat 10 penumpang. Jika tidak ingin menyewa kapal sendiri, disarankan ikut paket tour
yang banyak ditawarkan oleh warga setempat atau homestay tempat teman-teman menginap.
HOW MUCH DOES IT
COST?
1. Bus Solo-Semarang PP (Rp 60.000)
2. Bus Semarang-Jepara PP (Rp 30.000)
3. Kapal express Jepara-Karimunjawa PP (Rp 300.000)
4. Penginapan (Rp 80.000/malam/kamar)
5. Sewa motor (Rp 75.000/hari)
6. Tiket masuk Bukit Love Karimunjawa (Rp 10.000)
7. Tiket masuk Treking Mangrove (Rp 5.000)
8. Sewa kapal (Rp 600.000)
9. Sewa alat snorkeling (Rp 30.000)





Seru... Jadi kangen piknik Karimun :)
ReplyDeleteHalo mbaaaakk, kemana aja waktu di Karimun?
Delete