Island Hopping Tak Terlupakan, Mengagumi Lautan Karimunjawa
Mustahil berada
di Karimunjawa jika tidak mengeksplor pulau-pulau di sekitarnya. Kami lebih
memilih untuk melakukannya sendiri tanpa mengikuti tur yang banyak ditawarkan
warga Karimunjawa. Dengan island hopping
sendiri, kami dapat menjelajahi pulau-pulau sesuai keinginan kami, tanpa harus
dibatasi oleh waktu. Untuk itu, kami menyewa sebuah kapal kayu. Harga sewa
kapal kayu 600 ribu rupiah, dengan kapasitas penumpang hingga 10 orang.
Pagi itu,
setelah sarapan dan membereskan tenda serta berbagai perlengkapannya, kapal
kayu yang akan membawa kami keliling pulau menjemput kami di Pantai Batu
Topeng. Kepada nahkoda kami mengatakan ingin mengunjungi Pulau Cilik karena
iming-iming dermaga cantik pada search
engine Google. Kalau tidak percaya, tuliskan “Pulau Cilik Karimunjawa”
sebagai keyword, maka gambar yang
akan muncul adalah gambar sebuah pulau dengan dermaganya yang ciamik.
Dari Pantai Batu Topeng sampai Pulau Cilik sebenarnya sangat jauh, karena Pantai Batu Topeng berada di sisi barat, sementara Pulau Cilik berada di sisi timur Karimunjawa. Awalnya nahkoda sedikit ragu, karena biasanya wisatawan lebih memilih mengunjungi Pulau Cemara Kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh. Namun akhirnya nahkoda mengabulkan keinginan kami: mengelilingi setengah pulau!
Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cilik. Setelah kapal merapat pada bibir dermaga, kami bersiap-siap untuk menjelajah Pulau Cilik. Ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik membuat kami tergoda untuk melakukan snorkeling, padahal kami berencana melakukan snorkeling di Pulau Menjangan Kecil.
Setelah puas snorkeling, kami menepi ke daratan untuk
beristirahat. Meskipun tidak terlalu luas, Pulau Cilik merupakan pulau
berpenghuni, meskipun hanya segelintir orang. Selain itu terdapat sebuah warung
yang menjual makanan hingga minuman ringan, sebagai ‘pengganjal’ perut setelah snorkeling. Jika ingin kelapa muda,
pemilik warung dengan senang hati akan menyajikannya.
Setelah 30
menit, kami bersiap-siap menuju pulau berikutnya. Perjalanan menuju Pulau
Menjangan Kecil memakan waktu hingga 2 jam lebih, dimana kami melewati rute
yang sama ketika berangkat. Ketika perjalanan, sempat terjadi hujan lebat
dengan ombak cukup yang besar. Meskipun merasa sedikit ngeri, saya menikmati
kehujanan-di-tengah-laut saat itu.
Sisa-sisa hujan
masih terasa saat kami hampir tiba di Pulau Menjangan Kecil. Arus pun cukup
kuat, sehingga kami membatalkan rencana untuk snorkeling. Setelah kapal merapat, kami segera berjalan menuju
tempat registrasi. Untuk masuk ke pulau ini pengunjung diharuskan membayar 10
ribu rupiah. Beberapa resort terlihat sedang dalam proses pembangunan saat kami
melintasi jalan setapak mengelilingi pulau.
Island hopping pada hari itu berakhir di
Pulau Menjangan Kecil. Sebelum pulang, kami sempatkan bermain-main di dermaga
pulau ini. Cukup luas sehingga kami dapat dengan leluasa menikmati keindahan
laut dari tepi dermaga. Dengan perut yang sudah terisi, kami kembali ke dermaga
Karimunjawa.
Malam harinya
kami berkeliling Alun-Alun Karimunjawa, dimana terdapat banyak penjual seafood. Atas nama penghematan, kami
lebih memilih untuk makan malam di sebuah warung makan dekat Alun-Alun. Setelah
makan malam, kami membeli sedikit buah tangan untuk orang-orang di rumah.
Terdapat berbagai kaos, gelang, dan gantungan kunci bertuliskan ‘Karimunjawa’.
Saya sangat
bersyukur karena akhirnya saya dapat menginjakkan kaki di Karimunjawa, setelah
sebelumnya gagal karena cuaca yang kurang bersahabat. Island hopping pada hari itu menjadi salah satu pengalaman traveling yang tak terlupakan. Dalam hati saya berjanji
akan kembali lagi ke Karimunjawa, menjelajah pulau-pulau di sekitarnya. Tak
lupa, juga untuk menyaksikan keragaman spesies ikan dan terumbu karangnya.
Cerita sebelumnya:
Dari Selatan Menuju Barat
Cerita selanjutnya:
Makan Lontong di Karimunjawa
Cerita sebelumnya:
Dari Selatan Menuju Barat
Cerita selanjutnya:
Makan Lontong di Karimunjawa





Comments
Post a Comment