Surat Balasan

Beberapa bulan yang lalu, kami mendapatkan surat dari adik-adik di Fatukoto. Saat itu kami sibuk dengan urusan kami masing-masing, sehingga ketika ada ajakan untuk membalas surat, tidak ada yang menanggapi. Surat balasan ini adalah inisiatif saya sendiri untuk menuliskannya, isinya pun sesuai dengan apa yang saya rasakan saat ini dan saya yakin, teman-teman pasti juga merasakan hal yang sama. Saya tahu surat ini tidak akan langsung sampai ke tangan adik-adik di Fatukoto, tapi saya yakin suatu saat nanti surat ini akan mereka baca.


Kepada adik-adikku di Fatukoto,

“Teman-teman?? Siap!! Bisa!!” Masih ingat dengan sapaan ini, adik-adikku? Bagaimana kabar kalian? Semoga dalam keadaan yang baik ya. Semoga dalam keadaan yang sama ketika kami berada di Fatukoto. Semangat yang kalian miliki, kami tidak akan pernah lupa! Tetaplah menyala, adik-adikku!

Bagaimana kabar rumah belajar? Masih sama seperti dulu atau sudah banyak yang berubah? Kami harap rumah belajar selalu ramai. Manfaatkanlah rumah belajar dengan baik, bacalah buku-buku yang ada di dalamnya, rajin-rajinlah belajar. Bagaimana kabar balai desa? Tiang bendera yang ada di halamannya? Bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya selalu mengingatkan kami pada pagi itu, ketika kita semuanya berada di halaman balai desa mengikuti upacara dengan penuh khidmat. Semoga tetap begitu hingga nanti.

Adik-adikku, waktu itu kami tiba di Solo dengan selamat. Walaupun saat itu kami sudah di Solo, tapi rasanya hati kami masih tertinggal di Fatukoto. Kami merasa senang telah kembali ke rumah, tapi di sisi lain kami sangat bersedih karena harus meninggalkan kalian. Setidaknya itulah yang kami rasakan saat itu, juga sampai saat ini.

Sekarang, beberapa dari kami sudah tidak di Solo lagi, karena kami telah menyelesaikan masa belajar kami di kampus. Kami pulang ke rumah kami masing-masing, juga sebagian sudah bekerja di luar Solo. Walaupun kami sudah tidak berada di Solo, kami selalu berharap adik-adik dapat melanjutkan sekolah di Solo ataupun di kota-kota lain di Pulau Jawa, seperti impian yang pernah kalian sampaikan pada kami.

Adik-adikku, terimakasih atas surat yang kalian berikan kepada kami. Kami membacanya dengan penuh haru, sedih karena saat ini kami tidak dapat belajar dan bermain bersama kalian. Kami selalu berharap suatu saat nanti dapat kembali ke Fatukoto, untuk melihat kalian yang selalu kami rindukan, dan juga untuk melihat Desa Fatukoto yang sudah seperti kampung halaman kami sendiri.

Maaf kami baru membalasnya sekarang, bahkan bukan membalas secara langsung. Tapi kakak harap surat ini bisa sampai ke kalian. Percayalah, kami tidak akan pernah melupakan kalian, juga kisah dan kenangan bersama kalian di Fatukoto, kami akan selalu ingat.


Salam kangen,


Tim KKN NTT Fatukoto 2015


I miss them with the words I can't describe :(

Comments

  1. Aku meweeeek 😭😭😭 mbak dh kaya ibu guru Aisyah. Adek adek kok tau alamat Solo? Aku mau kirim foto ke dedek2 ja lupa alamatnya :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts