10 Activities to Do in Dieng Plateau

Walaupun lokasinya tak terlalu jauh, tapi saya sama sekali belum pernah berkunjung ataupun sekadar lewat di Dataran Tinggi Dieng, yang terletak di Jawa Tengah. Maka dari itu waktu ada ajakan ke Dieng, saya langsung mengiyakan. Siapa sih yang nggak kepingin liburan di Dieng?


Secara Administratif, Dataran Tinggi Dieng berada di antara 2 wilayah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Lokasinya yang berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing membuat kedua gunung ini selalu terlihat saat momen sunrise. 

Berada pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl, suhu Dataran Tinggi Dieng pada siang hari berkisar 12-20 °C dan pada malam hari berkisar 6-10 °C. Sehingga jaket dan kaus kaki adalah barang wajib yang mesti dibawa saat berlibur ke Dieng.

Karena Dieng merupakan kawasan wisata, maka daerah ini memiliki begitu banyak destinasi wisata. Untuk itu, perlu dipersiapkan destinasi mana yang akan disinggahi dan kegiatan apa yang harus dilakukan.

1. Lihat kabut di Telaga Warna

Telaga Warna merupakan salah satu landmark yang ada di Dieng. Tak heran kalau banyak orang yang memilih Telaga Warna sebagai destinasi pertama yang disinggahi di Dieng. Saya pun begitu, sesampainya di Dieng dan menyewa sepeda motor, saya langsung menuju Telaga Warna. Kebetulan saat itu sedang turun hujan, sehingga Telaga Warna yang berwarna toska berpadu dengan kabut yang turun siang itu.

2. Lihat Telaga Pengilon dari ketinggian

Belum lama ini di kawasan Telaga Warna terdapat satu destinasi baru, yaitu Batu Ratapan Angin. Dari atas Batu Ratapan Angin bisa melihat Telaga Warna dan Telaga pengilon dari ketinggian. Sayangnya untuk masuk ke kawasan Batu Ratapan Angin harus bayar Rp 20.000. Akhirnya saya lebih memilih ke Batu Pandang dengan tarif seikhlasnya, tapi pemandangannya tetap sama.

3. Belajar sejarah di Candi Arjuna

Selain wisata alam, Dieng juga menyajikan wisata sejarah, salah satunya Kompleks Candi Arjuna. Selain Candi Arjuna, di kompleks candi Hindu ini juga tedapat Candi Setyaki dan Museum Kailasa yang berisi peninggalan sejarah.


4. Makan mi ongklok

Setelah mengunjungi Telaga Warna dan Candi Arjuna, saatnya mengisi perut dengan seporsi mi ongklok. Mi ongklok semacam mi rebus dengan tambahan sayuran dan kuah yang kental. Meskipun kelihatannya enak, tapi saya tidak terlalu menyukai mi ongklok karena rasa kuahnya yang cenderung manis. Maka dari itu, saat makan mi ongklok, paling pas jika dipadukan dengan cabai rawit dan sate sapi. But if you like sweet taste, you should try it!

5. Jelajah Dieng pakai sepeda motor

Setiap tempat di Dataran Tinggi Dieng selalu bisa jadi destinasi wisata. Untuk itu, menggunakan sepeda motor adalah pilihan terbaik, karena akan lebih fleksibel. Saya pun tak mau ketinggalan untuk menjelajahi setiap titik di Dieng. Karena iseng dan pengen tahu, akhirnya saya menemukan pemandangan ciamik di perjalanan sebelum memasuki Desa Sembungan, yang merupakan pintu masuk menuju Bukit Sikunir.


6. Berburu golden sunrise di Bukit Sikunir

Golden sunrise Bukit Sikunir selalu jadi incaran. Tapi pagi itu, karena kedinginan dan mager di tempat tidur, akhirnya saya baru memulai trekking jam 6 pagi dan ketinggalan golden sunrise tentunya. Walaupun begitu, saya tetap mendapatkan pemandang epic dari puncak Sikunir.


7. Lihat Telaga Cebong dari ketinggian

Karena ketinggalan golden sunrise, saya mengarahkan kaki ke puncak 2 Bukit Sikunir yang lokasinya ada di sebelah kiri puncak 1. Dari puncak 2 akan terlihat pemandangan Telaga Cebong, Desa Sembungan, dan Kawah Sikidang dari ketinggian.


8. Mencicipi tempe kemul

Kemul dalam Bahasa Jawa berarti selimut. Sesuai namanya, tempe kemul berarti tempe yang berselimut tepung. Bentuknya mirip tempe goreng biasa, tapi rasanya lebih gurih. Sayangnya waktu turun dari Bukit Sikunir kesiangan dan akhirnya hanya tinggal tempe kemul yang sudah dingin.


9. Menghirup aroma belerang di Kawah Sikidang

Setelah sarapan dengan tempe kemul dan teh panas di kaki Sikunir, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Sikidang. Kawah Sikidang muncul karena proses vulkanik, sehingga di kawasan ini selalu muncul aroma belerang. Belerang tak boleh dihirup terlalu lama, sehingga harus siap masker saat mampir di Kawah Sikidang.


10. Lihat proses produksi carica

Sebelum pulang, jangan lupa beli oleh-oleh yang banyak dijual di sepanjang jalan di Dieng. Selain beli oleh-oleh, saya juga nggak sengaja melihat secara langsung bagaimana proses produksi buah carica sehingga menjadi carica yang dikenal sebagai oleh-oleh khas Dieng.


Comments

Popular Posts